Diarsipkan di bawah: Java
Belajar Lagi Yukk!!
Kemarin kenalan ama programmer PHP yang udag gape banget, setelah ngomong ngalor dan ngidul(belum ngulon dan ngetan). Dia kasih tahu tentang framework dalam dunia programming yang fana ini. Dia ngomongin sebuah proyek yang dikerjakan dengan menggunakan framework CodeIgniter, tapi setelah browsing di internet ternyata banyak juga framework yang kayaknya lebih bagus dari si Code Igniter ini. Tapi masalah bagus atau tidaknya sebuah tool kan tergantung dari pemakainya. Seperti kata pepatah kuno “A Tool with A Fool still Tool, A Fool with A Tool still Fool”.
Berangkat dari pemahaman tersebut gue sekarang mau cobain framework dari ZEND sono. Karena dari zend otomatis disebut Zend Framework sekarang yang sedang gue pakai adalah zend versi 1.7.6, gue ambil versi fullnya(udah include ama Dojo Toolkit) ukuran lumayan kecil kok.
Ok kita bahas zend sekarang. Zend merupakan framework yang agak-agak rewel dalam masalah settingnya beda dengan CakePHP atawa si CodeIgniter yang notabene easy to set up. Walaupun begitu tanpa halangan yang berarti kita tidak akan bisa berkembang kan! Dalam Zend ini semua class ama tetek bengek yang ribet tersebut ada pada folder librarynya, jadi kita musti set dulu include path di php.ini supaya ke folder tersebut(udah ngertikan caranya!).
Semisal ente-ente belum pada tahu gimana caranya bisa tanya ke mbah kita yang super duper sakti Mr. Google ok! setelah set include path kita musti atur directory dalam aplikasi php kita, untuk itu gue mau baca dulu tutorialnya soalnya agak-agak beda nih dengan Cake atau Code Igniter.
Happy Coding!!
Kemarin ketemu ama junior-junior di tempat belajar, mereka tanya “Mas bikin GUI di Java enaknya pake apa??” saya mikir sebentar lalu saya jawab “Kalo pake notepad kamu bisa??”. Dulu waktu pertama kali belajar PHP saya tidak pernah punya pikiran seperti itu, saya lebih suka koding sendiri untuk tentuin penampilannya. Sekarang di Java karena pertama kenalan udah dikenalin ama Netbeans ada sebersit pikiran untuk use GUI editor tapi saya malah bingung sendiri jika musti ngurutin kodenya, akhirnya sekarang saya belajar Java-nya cuma pakai SpeedEdit aja.
Jaman sekarang banyak bertebaran Gui Editor untuk programming language di internet, tujuan utama membuat editor itu sendiri adalah supaya lebih mudah dalam pembelajaran, pengembangan software, dll. Tapi dengan GUI Editor tersebut pulalah yang membuat kita menjadi ‘bodoh’ dan ‘malas’.
Kita menjadi bodoh karena kita tidak bisa berkembang dengan menggunakan GUI Editor tersebut, kita menjadi malas karena kita hanya mengandalkan sang editor untuk desain aplikasi-nya. Padahal jika java kita explorasi lebih jauh dengan menggunakan notepad atau text editor lainnya maka pengetahuan kita juga nambah, tapi jika hanya mengandalkan GUI editor mungkin kita tidak bisa mengexplorasi lebih jauh.
Misal aja kalo mau nambahin MySQL Connector/J di Netbeans udah ada wizard-nya sendiri sehingga jika kompilasi gak bingung-bingung buat setting classpath-nya. Coba kalo pake notepad ato text editor lainnya? Ribet sih tapi kita bisa ngerti behind the wizard-nya setting classpath atau lainnya kan?.
Jadi seandainya ditanya perlu gak sih GUI Editor?? Jawabannya ya perlu gak perlu.
Perlu jika kita mau ngembangin software dengan cepat. Tidak perlu kalau kita mau mendalami lebih jauh arti dari sebuah kata “Programming”. Soalnya orang yang pinter programming dengan mengandalkan text editor aja kalo pindah ke GUI Editor itu gak perlu penyesuaian yang lama, tapi coba dibalik.
NB: When Linus Torvalds create Linux he doesn’t use any GUI editor
Apa sih normalisasi itu?? Apa fungsinya?? Gimana caranya?? Eitss satu-satu donk! Sekarang saya akan mencoba untuk menjelaskan tentang ‘Normalisasi dalam Database’. Normalisasi itu teknik untuk mengelompokkan atribut dari suatu relasi sehingga membentuk struktur relasi yang baik(tanpa adanya redudansi). Normalisasi dalam suatu database biasanya hanya mencapai N3(Normalisasi Ketiga), berikut adalah urutan Normalisasi :
1. N1(Normalisasi Pertama)
Mempunyai aturan
~Mendefinisikan primary key
~Tidak ada grup yang berulang
~Semua non-primary key bergantung pada primary key
2. N2(Normalisasi Kedua)
Mempunyai aturan
~Memenuhi aturan N1
~Tidak ada ketergantungan parsial
3. N3(Normalisasi Ketiga)
Mempunyai aturan
~Memenuhi aturan N2
~Tidak ada ketergantungan transitif
Sebagai tambahan normal dalam suatu database seharusnya mencapai bentuk normal tertinggi dan bergerak dari bentuk normal satu dan seterusnya untuk setiap kali membatasi hanya satu jenis redudansi. Jumlah normalisasi seluruhnya ada 5(Lima) dimana 3 bentuk normal pertama menekankan redudansi yang muncul dari Function Dependencies sedangkan N4 dan N5 menekankan redudansi yang muncul dari kasus Multi Valued Dependencies.
Berikut adalah cara singkat melakukan normalisasi
1. Normalisasi Pertama a.k.a N1
Hilangkan duplikasi dengan mencari ketergantungan parsial
2. Normalisasi Kedua a.k.a N2
Field-field yang tergantung pada satu field harus dipisah dengan tepat
3. Normalisasi Ketiga a.k.a N3
Cari hubungan transitif(transitive relation) dimana field non key tergantung pada field non key lainnya
Tabel yang sudah mencapai N3 sudah siap untuk diimplementasikan dalam sebuah proyek, sebenarnya masih ada bentuk normalisasi yang lain yaitu Normalisasi Boyce-Codd dan N4. Jadi sebelum membuat suatu project normalisasikanlah database-mu.
Happy Learning!!
Diarsipkan di bawah: Hobby
Pernah ngalamin tentang di ‘Siapa sih lo??’-in sama orang lain? Atau malah elonya sendiri yang gituin orang lain?. Dulu waktu saya pertama kali belajar HTML syntax ada yang ‘Siapa sih lo??’-in saya. Ceritanya waktu itu saya liat anak-anak baru pulang dari workshop HTML ama PHP lha sayanya kagak ikutan wong ndak ngerti kalo ada workshop. Iseng-iseng saya lihat anak-anak tadi diajarin apa aja di workshop, waktu itu liat anak-anak bisa bikin tulisan berjalan dengan HTML saya udah ngiri banget lalu bilang “Eh ajarin donk biar bisa bikin kayak gitu” lha kok malah dijawab “Siapa sih lo?? lo kan gak ikutan workshop”.
Sejak saat itulah saya mulai tertarik dunia programming yang luas ini, saya pertama kali belajar yaitu HTML, PHP, MySQL, terus ya si Java ini. Guru HTML saya yang pertama yaitu ‘w3c.org’, soalnya udah kadung emosi sama kalimat tadi(’Siapa sih lo??’). Walaupun begitu sekarang sih saya tetep baik-baik aja ama anaknya. Di balik kalimat ‘Siapa sih lo??’ yang kelihatannya bikin kita emosi ternyata saya menemukan pelajaran yang berharga yaitu:
1. Kalo tidak ada yang mau ngajarin kamu maka belajarlah sendiri
2. Dengan belajar sendiri kita akan tahu bahwa dunia itu luas
3. Tidak semua sumber memberikan seluruh ilmunya kepada kita
4. Guru terbaik adalah pengalaman(sudah pasti)
5. Belajar sendiri mungkin lebih sulit daripada belajar bersama tapi dengan kesulitan itulah yang menjadikan kita semakin handal
6. Mungkin orang yang bilang ‘Siapa sih lo??’ ke kita tahu bahwa kemampuan kita sangat baik untuk dikembangkan
jadi jangan berkecil hati jika di ‘Siapa sih lo??’-in ama orang lain. Hal tersebut seharusnya mampu mendorong kita untuk lebih berkembang, sampai sekarang pun kalo ada anak tiba-tiba tanya “Mas ini gimana? Mas itu gimana” tanpa ada usaha dari dianya ya saya jawab aja “Siapa sih lo??”.
Happy Learning !!
Berikut adalah program kedua yang menggunakan fungsi penjumlahan standar dengan tipe bilangan integer, source ini disimpan dalam file Jumlah.java
1. Source Jumlah.java
import java.util.Scanner;
public class Jumlah{
public static void main(String[] args){
Scanner input = new Scanner(System.in);
int a;
int b;
int c;
System.out.print(”Masukkan angka pertama :”);
a = input.nextInt();
System.out.print(”Masukkan angka kedua :”);
b = input.nextInt();
c = a + b;
System.out.printf(”Hasil penjumlahan adalah :%d\n”,c);
}
}
Penjelasan untuk source diatas adalah:
1. import java.util.Scanner
Melakukan import class Scanner dari package java.util, class Scanner berfungsi untuk menerima masukan dari keyboard.
2. Scanner input = new Scanner(System.in)
Membuat instance dari Scanner yang menerima masukan dari keyboard dan mengasosiasikannya dengan System.in.
3. input.nextInt()
Memanggil fungsi nextInt() yang membaca angka yang berupa integer dari keyboard
4. c = a + b
Penjumlahan antara integer-integer yang sudah kita deklarasikan sebelumnya
Program kedua ini mungkin juga ada versi-versi lainnya sama seperti program pertama (Hello World Program), so keep digg it guys!
Happy coding !!!
User interface untuk MySQL sebenarnya ada banyak tapi kali ini saya mau ngomongin antara PHPMyAdmin ama MySQL-Front. Antara dua user interface tersebut mana yang paling banyak di pakai saya tidak tahu, tapi yang jelas saya pakai MySQL-Front. Perbedaan mendasar dari dua program tersebut adalah :
~PHPMyAdmin itu web based jadi musti install Apache, PHP, ama MySQL-nya di PC kita(ada paket dalam XAMPP)
~MySQL-Front itu desktop based jadi cukup install MySQL, ama MySQL-Front aja di PC kita
~Dua-duanya bisa dijalankan dari network
~MySQL-Front mendukung protokol ‘mysql://<nama host>:<port>’
~MySQL-Front mendukung SSH dan PHP Tunnel
~Dan masih banyak lagi
Pada dasarnya MySQL-Front itu shareware sedangkan PHPMyAdmin itu freeware, tapi selama masa trial-nya MySQL-Front tidak mengurangi kemampuan software itu sendiri dalam artian tidak ada fitur yang tidak bekerja. Kalau ada yang punya GUI untuk MySQL yang bagus bisa sharing donk !!
Happy Learning!